Dokumen Surat

Kumpulan contoh surat.

CONTOH PROPOSAL
PENDAHULUAN
          Pada tahun 2010, Kabupaten Situbondo kembali akan menggelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada), untuk memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati lima tahun kedepan 2010-2015 secara langsung. Seluruh proses ini jika dihitung dalam skala waktu di luar waktu pembahasan peraturan dan perundangan, sosialisasi-sosialisasi, hingga persiapan partai-partai berlangsung antara enam hingga sepuluh bulan. Betapa panjang, berat, mahal, dan melelahkannya proses Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) di era reformasi ini. Karena itu sepertinya Pemilu tetap akan menjadi topik ‘paling menarik’ dan favorit untuk dibicarakan sepanjang saat ini.
          Melihat betapa besar kecenderungan Golput dalam pemilihan kepala-kepala daerah sepanjang lima tahun terakhir ini, muncul pertanyaan: apakah kecenderungan serupa akan berlangsung juga dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) 2010? Inilah pokok utama, dengan segala aspek mulai aspek regulasi sampai dengan pelaksanaan. Riset di berbagai daerah menunjukkan bahwa Golput bukanlah isapan jempol. Golput adalah suatu gejala yang kompleks, yang bersumber dari sikap apatis, kurang pemahaman tentang perundangan, ketidakpuasan politik hingga sungguh-sungguh suatu ‘resistensi’ terhadap sistem politik.
          Setelah menengok gejala Golput di berbagai negara dan kajian-kajian teoritis yang membahasnya, Munawar Ahmad, pengajar Sosiologi Agama, Fak.Ushuluddin, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, memprediksikan Golput akan terus ada, hanya persoalannya apakah gerakan tersebut akan mengganggu arah dinamika politik menuju satu tujuan yang pasti, yakni kesejahteraan bersama ataukah justru membelokkan dinamika politik ke arah yang destruktif. Tingginya angka Golput tidak ada korelasinya dengan cita-cita politik, sejauh system perpolitikan sudah tertata dengan mapan. Tetapi, keadaan tersebut akan berbalik apabila sistem perpolitikan belum mapan. Apalagi, kini sudah ada gejala reproduksi akna terhadap kata ”Golput” sebagai kelompok yang bersih, paham politik, tidak emosional dan lebih ningrat, di tengah hiruk pikuk dinamika politik yang dinamis.
          Nyoman Subanda dari Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, menelaah kembali akar-akar Golput di era reformasi secara lebih luas, bagi masyarakat. Problem dan issu tentang korupsi, kemiskinan, penganguran, pendidikan dan kesehatan hingga kriminalitas adalah agenda-agenda yang harus diselesaikan oleh Bupati/wakil bupati (pemerintah). Sekali janji penyelesaian masalah-masalah ini tidak dilaksanakan, mereka akan mengutarakan protes, kritik, dan ketidakpuasan.
          Golput di sini menjadi instrumen paling murah dan mudah untuk melakukan kritik dan protes. Memahami Golput dengan demikian bisa juga dilakukan dengan memahami apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Arie Sujito, sosiolog dari UGM dan Direktur eksekutif Insttitute for Research and Empowerment (IRE), melihat Golput sebagai suatu tindakan politik, atau dari sisi, perlawanan aktif dan sadar masyarakat terhadap sistem politik yang ditulangpunggungi partai politik. Golput menjadi sebuah ‘warning’ agar partai-partai segera membenahi diri: merumuskan ideology secara lebih jelas, rekruitmen kader yang serius, tata kelola pemerintahan yang bersih dan demokratis, konsisten menjalankan program yang memiliki nilai manfaat besar bagi masyarakat, dan mempunyai kerangka program kerja yang jelas dan nyata.
          Kajian Kacung Marijan dari Universitas Airlangga menyimpulkan bahwa Golput, baik untuk Pilkada maupun Pemilu dapat disebabkan oleh sikap apatis dan juga kritis. Namun dalam Pilkada masalah seperti itu lebih mengemuka, karena: pertama, proximity antara para politisi atau partai politik dengan para pemilih lebih dekat. Dengan demikian, di dalam melakukan penilaian, para pemilih demikian tidak hanya mengandalkan informasi yang didapat dari media massa dan elektronika, melainkan dari pengamatannya secara lebih dekat.
          Kedua, di dalam Pilkada, sebagaimana di dalam Pemilu-Pemilu, ruang adanya calon alternatif itu terbatas. Adanya ‘party system’ di dalam proses pencalonan tidak memungkinkan tersalurkannya kelompok-kelompok yang ‘anti partai’. Dibukanya calon perorangan sekarang ini, paling tidak, memberi ruang adanya calon alternatif itu.Golput dianggap tidak memiliki pengaruh sama sekali terhadap hasil Pemilu. Bahkan, jika suara Golput itu lebih besar daripada suara yang dinayatakan sebagai ‘pemenang’, ia tetap ‘kalah.’ Tapi seperti seorang yang kena ‘slilit,’ keadaan pasti tidak akan berjalan tenang dan mudah.


NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Nama Kegiatan: Debat Calon Bupati Situbondo periode 2010-2015

  Nara Sumber / Panelis:
 
  1. Prof. Kacung Marijan

  2. Luthfi J. Kurniawan (Dosen Unmuh Mlg)

  3. Komisi Yudisial (KY)
 
  4. Komisi Informasi Publik (KIP) Pusat

  5. Ibnu Tri Cahyo (Dosen Unibraw)
Tema Kegiatan: ”Bedah Visi & Misi Calon Bupati Situbondo 2010-2015 dalam Mewujudkan Situbondo yang

   Maju, Pro Poor dan Religius”




TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN
A.   TUJUAN KEGIATAN
         Pelaksanaan Debat pasangan Calon tersebut dimaksudkan sebagai media komunikasi pasangan calon dengan para pemilih menyangkut visi, misi dan program pasangan calon. Dengan demikian para pemilih memperoleh gambaran yang utuh tentang implementasi pelaksanaan visi misi dan program pasangan calon yang ditawarkan kepada para pemilih.
           Untuk mencapai tujuan atau sasaran tersebut di atas, diperlukan penyelenggaraan debat pasangan calon yang dikelola sedemikian rupa, sehingga terjamin dibukanya ruang kepada calon untuk menyampaikan visi, misi dan programnya kepada publik secara terbuka di lokasi yang independent, tidak memihak dan dilaksanakan dengan prinsip-prinsip menjaga etika, harkat dan martabat peserta debat.
         Pelaksanaan Debat pasangan Calon tersebut dimaksudkan sebagai media komunikasi pasangan calon dengan para pemilih menyangkut visi, misi dan program pasangan calon. Dengan demikian para pemilih memperoleh gambaran yang utuh tentang implementasi pelaksanaan visi misi dan program pasangan calon yang ditawarkan kepada para pemilih.
B.   SASARAN KEGIATAN
          Adapun sasaran kegiatan debat calon Bupati Situbondo 2010 adalah sebagai berikut :
  1.   Organisasi kemasyarakatan (ormas)
  2.   Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari berbagai komunitas
  3.   Perguruan Tinggi se Kabupaten Situbondo
  4.   Pengusaha
  5.   Nelayan dari masing-masing teritorial
  6.   Petani
  7.   Tokoh Agama
  8.   Tokoh Masyarakat dan tokoh pemuda
  9.   Pemerhati Sosial, Ekonomi dan Budaya
  10.   Pemerhati Pendidikan dan Kesehatan
  11.   Mahasiswa
WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan Debat calon Bupati situbondo ini akan dilaksanakan nanti pada:
Hari/ Tanggal:  Rabu, 2 Juni 2010
Waktu:  Pukul 09.00 WIB s.d. Selesai
Tempat:  Aula KPRI. Raung Situbondo, Jl. Talkandang No. 1 Situbondo
RANCANGAN ACARA KEGIATAN
A.   Diskusi Publik (Pembukaan)
          Dalam pembukaan ini akan dibuka langsung oleh Ketua KPU sebagai penyelenggara pemilu dikabupaten Situbondo. Selain dari itu juga akan dihadiri oleh wakil Bupati Situbondo, Ketua DPRD dan Panitia Pengawas Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Situbondo yang kemudian diisi diskusi publik dengan 8 narasumber.
B.   Debat Cabup (inti kegiatan)
          Acara ini dikemas dengan Dialog interaktif dengan para calon Bupati dan calon Wakil Bupati serta beberapa panelis, sehingga acara tersebut berjalan dengan sangat dialogis dan merepresentasikan transparansi dalam berkomunikasi. Para panelis akan mewarnai dari beberapa penyampaian misi dan visinya para calon bupati, sehingga apa yang disampaikan tidak terkesan asal ngomong, menjadi akademis dan realistis, selain penyampai visi dan misinya para calon bupati dan wakil bupati juga akan berdialog langsung secara interaktif dengan audiens yang hadir, sehingga audiens bisa langsung berinteraksi dan berdialog dengan calon pemimpinnya.
          Diakhir acara 6 panelis memberikan credit poin terhadap 5 kandidat guna memberikan gambaran terhadap masyarakat dan calon.

PENYELENGGARA
          Penyelenggara kegiatan ini adalah Forum Komunitas Aspirasi Rakyat Situbondo (KARak’S) bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Situbondo.


SUSUNAN KEPANITIAN DAN SEKRETARIAT
☻ Susunan Kepanitian (terlampir)
☻ Sekretariat :
     Jl. PB. Sudirman (Depan Polres) LMU RT.01 RW.02 Kel. Patokan Kec. Kota Kab. Situbondo
     Email : karaks_situbondo@yahoo.co.id
     Contact Person : Badrus (081358197871)
                                 Slamet (081336422631)

RENCANA ANGGARAN DANA
Rancangan Anggaran Dana Terlampir


PENUTUP
          Demikian Proposal kerjasama Debat Cabup dan Cawabup Situbondo tahun 2010 ini kami buat, dengan harapan deskripsi singkat ini bisa dijadikan pertimbangan dan pengambilan kebijakan demi suksesnya program-program yang sudah kami rencanakan. Kegiatan ini merupakan upaya kecil untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik buat masyarakat. Dan sekaligus terjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Semoga Allah berkenan atas apa yang kita usahakan dan membimbing kita dalam setiap amal kehidupan yang kita lakukan. Atas kerjasamanya kami ucapkan Jazakumullah Khairan Katsira.
Situbondo, 10 Mei 2010
Ketua Panitia
Sekretaris Panitia




THORIQ, SH
SLAMET RIYADI, S.Pd
Mengetahui,
Komunitas Aspirasi Rakyat Situbondo( KARak’S)


M A S H U D I
Koord. Presidium